jump to navigation

Merenungi Diri, Mengenali Hati April 6, 2009

Posted by fraudawareness-news in renungan hati.
comments closed

Bismillahirrohmaanirrohim

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya di dalam tubuh anak Adam terdapat segumpal daging. Apabila ia baik, maka baiklah seluruh tubuh; dan apabila ia buruk, maka buruklah seluruh tubuh. Ia adalah hati.”

Imam Al-Ghazaly berkata: “Hati adalah merupakan sarana untuk ma’rifah (mengenal) Allah dan bukan anggota badan yang lain. Dengan hati manusia mendekati (taqarrub) kepada Allah, dan dengan hati pula manusia mengenal Allah.”

Imam Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah berkata: “Kehidupan hati, adalah sumber dari segala kebaikan. Kematian hati, adalah sumber dari segala keburukan. Hati tidak bisa hidup dan sehat, kecuali dengan menjadikan Allah SWT, sebagai Tuhannya, tujuan hidupnya, dan sesuatu yang paling dicintainya.”

Amma Ba’du,

Pernahkan anda merasakan dada yang terasa sesak dan hidup anda terasa sempit? Pernahkah anda merasakan kekosongan jiwa seolah-olah hidup berjalan tanpa arah dan tujuan? Pernahkah anda merasakan hal ini? Coba anda fikirkan dan jawablah secara jujur!

Apabila anda pernah merasakannya maka anda perlu menyadari bahwa sesungguhnya diri anda telah tenggelam dalam kehidupan dunia, terbuai dalam angan-angan kosong tak berujung, bergelimang dosa-dosa. Ini bermakna bahwa kehidupan dunia telah menipu anda; di mana dunia telah menenggelamkan anda dalam rutinitas duniawi tanpa makna, nafsu syahwat yang menguasai hati; sementara setan menjadi teman anda yang paling setia yang menjadikan anda yang menganggap baik apa yang anda perbuat.

Apabila anda menyadari bahwa hal ini tengah terjadi dan menimpa diri anda, lalu apa yang anda perbuat? Apakah anda memutuskan untuk tetap bersikap tak acuh pada diri anda dan terus hanyut dalam kehidupan duniawi lalu menghibur diri bahwa perjalanan hidup anda masih panjang, umur anda masih banyak tersisa; seraya mengharapkan rahmat, ampunan Allah dan keselamatan? Atau, anda segera bangun dari mimpi buruk lalu memutuskan untuk mencoba mencari jalan keluarnya dan dengan cara melakukan muhasabah (merenungi diri anda)?

Boleh jadi anda tetap saja mengacuhkan bisikan hati nurani anda, tanpa memperdulikan diri anda dan tetap tunduk pada hawa nafsu yang menenggelamkan anda dalam rasa malas yang berkepanjangan. Itu pertanda bahwa anda telah terperdaya oleh bujuk rayu setan! Adapun setan akan selalu mengajak anda pada perbuatan dosa; maka apabila ia mengajak anda melakukan satu dosa, lantas anda mengingkarinya dengan cara meninggalkan dosa itu, maka ia akan membisiki anda untuk melakukan dosa-dosa lain. Sebab segala macam kedurhakaan bagi setan sama saja, ia hanya ingin mengajak anda melakukan dosa apa saja, dan ia tidak bertujuan agar anda melakukan suatu dosa tertentu saja tanpa dosa-dosa lainnya.

Coba anda fikirkan sekali lagi, berapa banyak hati yang sakit sedangkan pemiliknya tidak pernah merasakannya? Berapa banyak orang yang hatinya telah dikuasai oleh setan namun ia tidak menyadarinya? Berapa banyak orang yang terperdaya oleh bujuk rayu setan sehingga tak kuasa menundukkan hawa nafsunya, lalu berkekalan dalam dosa-dosa?

Karenanya marilah kita renungi diri dan mengenali hati. Dengan mengenali hati maka kita akan mengenali diri kita, dengan mengenali diri kita maka kita akan mengenali Allah Yang Maha Suci.

Selamat membaca

***

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.